Liturgi dengan Icon

Tema               : “I & THOU”

Tujuan             :

Ibadah yang banyak menggunakan seni icon ini bertujuan memperkenalkan orang-orang disekitar Yesus, yang sebenarnya berpengaruh tetapi dipandang sebelah mata. Simon dari Kirene yang menolong Yesus dalam prosesi penyaliban, Maria dan yusuf sebagai orang tua yang membesarkan Yesus, dan lain-lain. ibadah ini bertujuan mengingatkan kita bahwa Yesus sendiri dalam keberadaannya sebagai manusia yang lemah juga pernah mendapat pertolongan dari orang-orang yang justru hampir terlupakan. Mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari selalu ada orang-orang biasa yang SANGAT luar biasa dalam hidup kita ketika menghadapi persoalan kehidupan.

  1. Prosesi + nyanyian pembuka ( KJ 13:1-3 )

(Petugas membawa 6 ikon utama, lalu ditata di altar utama).

  1. Narasi pengantar

Saudara-saudara, tidak ada manusia yang pernah sanggup hidup sendiri di dunia tanpa orang lain. Bahkan, saat Tuhan menjelma menjadi manusia dalam rupa Yesus. Memberitakan kabar keselamatan, dan mewujudkannya bagi semua orang. Dan itu terjadi, dengan keberadaan orang-orang lain di muka bumi ini, sampai hari ini, di sini…

  1. Saat teduh
  1. a. Ikon 1 : Keluarga Kudus

Yusuf dan Maria. Sepasang anak manusia manusia biasa, yang menjadi sangat istimewa saat mendapat kepercayaan sebagai orang tua dari Sang Penyelamat. Tidak pernah meminta untuk menjadi se-istimewa itu. Namun juga tidak menolak untuk menjadi se-istimewa itu. Hamil di masa bertunangan, belum terikat secara sah, bukan hal yang gampang bagi Maria. Memiliki isteri yang hamil sebelum menikah, mungkin bukan masalah bagi Ysusf secara pribadi. Namun masalah bagi  orang lain yang mempertanyakannya. Keteguhan hati menjadi jalan pembuka dari keselamatan itu. Lahirnya Sang Juru Selamat dengan kasih hangat Bapak dan Ibu. Besarnya Juru Selamat dan belajar menjadi manusia, dengan sentuhan cinta Bapak dan Ibu. Yusuf, Maria, dan Yesus dalam ikatan Keluarga Kudus.

b. Lagu : reflektif.

5. a. Ikon Yudas Iskariot

Sang penghianat… itulah gambaran manusia umumnya saat mengetahui apa yang diperbuatnya dengan Yesus. Tidak lebih dari manusia bermata uang dan kekayaan. Penghianat…, penghianat…, penghianat… Gelar yang sering dielu-elukan baginya. Bisakah itu dikatakan sebagai penghianatan yang kita nantikan dan butuhkan? Yudas Iskariot, salah satu korban lain dari dosa kita.

b. Lagu : reflektif.

6. a. Ikon 3 : Maria Magdalena

Wanita baik hati, yang kebaikan hatinya banyak disalah pandang oleh orang lain. Wanita yang menunjukkan kesetiaan yang teramat sangat dalam pada sang Kristus. Wanita yang mau merelakan milikinya demi keselamatan dirinya dan keselamatan semua orang percaya, yang dimulai dengan berbagai perjalannya dengan sang Kristus yang sangat dicintainya. Perjalanan untuk memulai keselamatan itu dalam kisah-kisah, yang berujung pada peristiwa nyata di salib. Bahkan menjadi salah satu orang yang paling setia menunggui sampai salib itu diturunkan. Setia menunggui ketika Kristus kita disimpan dalam kubur. Sungguh kesetiaan yang didasari cinta sepenuhnya. Kemurnian cinta yang sulit untuk dimengerti.

b. Lagu : reflektif (Yesus Ingat aku)

7. a. Ikon 4 : Yohannes murid Yesus Kristus

Sebagai salah satu murid yang paling dekat dengan Yesus. Menjadi saksi hidup terjadinya keselamatan itu. Merekam semua saat-saat bersama dengan Yesus. Tetap setia kepada Yesus. Kesetiaan yang muncul dari kelembutan hati dan tingkah laku. Yohanes. Dia yang ada dalam kegentaran hati Yesus di taman Getsemane. Meskipun tertidur, namun kehadiran-Nya tentulah sedikit banyak memberikan kehangatan bagi sisi manusia Yesus, yang menuntun Yesus pada keputusan besar-Nya. Menerima kecupan Yudas, dan memilih ditelanjangi di kayu salib. Kelembutan hatinya yang mau menemani Yesus di awal saat-saat penderitan-Nya, mampu memberikan rasa percaya diri pada Yesus untuk menjalani saat-saat itu.

b. Lagu : reflektif

8. a. Ikon 5 : Simon dari Kirene

Pernahkan kita membayangkan seandainya kita yang tiba-tiba disuruh memanggul salib itu? Dengan masyarakat yang dikondisikan berpandangan sinis terhadap orang yang memanggul salib. Simon dari Kirene. Orang yang bersedia melakukan tugas mulia itu. Meski hanya sesaat menggantikan Yesus, namun salib itu pernah ada di pundaknya. Seorang asing. Seorang pendatang yang mungkin tidak sengaja menyaksikan peristiwa salib itu. Dia yang mungkin tidak pernah membayangkan dirinya membantu agar salib itu sampai pada tempatnya, berdiri kokoh, dan mempertontonkan sebuah kisah dimulainya hidup orang benar. Entah apa jadinya apabila di tengah jalan, Simon pun lelah, dan memutuskan membuang salib itu ke tanah. Menolaknya. Adakah yang bersedia menjadi orang ketiga yang pernah memanggul salib itu???

b. Lagu : reflektif

9. a. Ikon 6 : Bapa-bapa Gereja

Mereka adalah orang-orang yang mau memberitakan terus karya keselamatan itu. Mereka yang mau agar kematian Yesus dan semua penerus karya-Nya menjadi anugerah yang sangat indah bagi kita. Paulus, para pemgikutnya, Agustinus, bapa-bapa reformator, dan semua orang yang membuat kita mampu berkata hari ini , “Saya orang Kristen.”   “Saya mengikut Kristus”. Menjalankan tugas yang sama beratnya, karena nyawa adalah taruhannya. Bahkan di antara mereka berakhir dengan kematian yang hampir, nyaris, sama dipermalukannya dengan Sang Inspirasi.

b. Lagu : reflektif

10. Kotbah

11. Nyanyi penutup

12. Doa dan Berkat

Yogyakarta

Hasudungan Putra Maduma Simanjuntak

sdungs_batako3107@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: